Jumat, 11 Februari 2011

Mesir Berdarah

Mesir adalah salah satu negara islam yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.


Namun sekarang ini Mesir sedang ramai-ramainya diberitakan karena terjadinya demonstrasi besar-besaran yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan korban luka-luka. Aksi demonstrasi besar-besaran ini terjadi sejak tanggal 25 Januari 2011. Aksi ini terjadi karena sudah muaknya rakyat Mesir terhadap pemerintahan presidennya yaitu Hosni Mubarak. Sikap otoriter yang diusung Mubarak seakan tidak memperbaiki apapun. Malah memperburuk keadaan. Harga pangan yang melambung tinggi, pengangguran meningkat, tidak ada kebebasan berbicara, hingga kemarahan rakyat atas tindakan korupsi yang merajalela.

Selama 32 tahun menjabat sebagai kepala negara, Presiden Hosni Mubarak diduga telah melakukan banyak tindakan korupsi. Namun dalam pemerintahan Mubarak, keadaan di Mesir memang cenderung menjadi lebih stabil. Sejak berkuasa pada tahun 1981, Mubarak membangun hubungan baik dengan negara-negara Barat dan Israel. Namun di balik kestabilan yang dicapainya, korupsi, kemiskinan dan penindasan oleh negara tumbuh subur di negara itu. Karena itulah para aktivis mengajak seluruh rakyat Mesir untuk turun ke jalanan dan melakukan berbagai kegiatan seperti pemberantasan kemiskinan, korupsi, dan menggulingkan otoriter presiden yang telah menjabat selama tiga dekade tersebut.

Dari perkembangan terakhir dikabarkan setidaknya 150 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat dari kerusuhan itu. Tidak hanya itu, dikabarkan jaringan internet, sms, dan telepon juga diputus karena diperkirakan para aktivis di Mesir menyebarkan ajakan untuk mengkudeta pemerintahan dilakukan lewat media masa tersebut. Sekarang kita hanya bisa berharap semoga kerusuhan di Mesir ini bisa cepat berakhir dan semoga tidak terjadi lagi negara-negara yang lain kerusuhan semacam ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar