Jumat, 06 April 2012

Constructive Cost Model (COCOMO)

Constructive Cost Model atau bisa disingkat COCOMO adalah sebuah model estimasi biaya perangkat lunak yang didesain oleh Barry Boehm pada tahun 1981 untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Model ini menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.

COCOMO memiliki tiga jenis model yaitu :

1. Model COCOMO Dasar 

Model ini menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI. Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).

Model COCOMO ini dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
  • Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
  • Proyek sedang (semi-detached mode)Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
  • Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat 

 
2. Model COCOMO Intermediate 

Pengembangan model COCOMO ini adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:

1. Atribut produk (product attributes)
  • Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
  • Ukuran basis data aplikasi (DATA)
  • Kompleksitas produk (CPLX)
2. Atribut perangkat keras (computer attributes)
  • Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
  • Memori yang dipakai (STOR)
  • Kecepatan mesin virtual (VIRT)
  • Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
3. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
  • Kemampuan analisis (ACAP)
  • Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
  • Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
  • Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
  • Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
4. Atribut proyek (project attributes)
  • Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
  • Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
  • Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)

3. Model COCOMO Detail

Detil COCOMO menggabungkan semua karakteristik versi intermediate dengan penilaian dampak cost driver di setiap langkah (analisis, desain, dll) dari proses rekayasa perangkat lunak 1. model rinci kegunaan yang berbeda upaya pengali untuk setiap driver biaya atribut tersebut Sensitif pengganda Tahap upaya masing-masing untuk menentukan jumlah usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahap.
Pada COCOMO detail, upaya dihitung sebagai fungsi dari ukuran program dan satu set driver biaya yang diberikan sesuai dengan tiap tahap siklus hidup rekayasa perangkat lunak. Fase yang digunakan dalam COCOMO detail, perencanaan kebutuhan dan perancangan perangkat lunak, perancangan detil, kode dan menguji unit, dan pengujian integrasi


Sumber : 
1. http://imachubby.blogspot.com/2011/04/cocomo-constructive-cost-model-cocomo.html
2. http://raveshader.blogspot.com/2011/04/constructive-cost-model-cocomo.html

Rabu, 04 April 2012

Open Source

Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal yaitu Linux. 

Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah mendapatkan open source software di internet.

Oleh karena itu kita sangat dianjurkan mengunakan Open source software. Selain dapat diperoleh secara gratis, kita juga dapat mengembangkan open source software tersebut karena open source software membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut.

Keuntungan dari open source software adalah sebagai berikut :
  1. Software open source yang biasanya dikembangkan oleh komunitas atau institusi non profit juga memiliki kemampuan yang sangat powerfull karena software dikembangkan secara bersama-sama sehingga masalah atau bug pada software cepat teratasi.
  2. Fitur dan kemampuan software open source sangat kompleks dan banyak karena bisa dikembangkan oleh siapa saja tanpa terkecuali.
  3. Software open source berlisensi GPL sehingga user tidak dikenakan biaya untuk mempergunakannya
Salah satu keuntungannya lagi adalah open source software ini dapat menggantikan software-software berbayar seperti Sistem Operasi Windows yang berbayar dapat diganti dengan Linux yang merupakan Open Source Software, begitu juga dengan Ms.Office yang dapat digantikan dengan Open Office dan masih banyak lagi software-software berbayar lain yang dapat digantikan dengan Open Source Software.


Sumber : http://organisasi.org/penjelasan-pengertian-open-source-software-dan-free-software

Application Developer

Penjelasan Application Developer

Application developer bertugas menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan pada lingkungan development tertentu seperti computer games atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut. 
Peranannya meliputi menulis spesifikasi dan merancang, membangun, menguji, mengimplementasikan dan terkadang yang membantu aplikasi seperti bahasa komputer dan development tool.
Application developer bekerja dalam range yang luas pada sektor bisnis seperti sektor publik, biasanya menjadi bagian dari tim dengan IT professional lainnya seperti system/busineess analyst dan technical author. Mereka bekerja pada produk umum yang dapat dibeli atau untuk client individual menyediakan solusi dari masalah yang diperlukan client tersebut.

Aktivitas yang dilakukan oleh Application Developer meliputi antara lain :
  • Membuat spesifikasi program secara detail melalui diskusi dengan client
  • Menjelaskan secara tepat apa tindakan (aksi) program yang diinginkan
  • Menguraikan spesifikasi program ke dalam elemen-elemen sederhana dan menerjemahkan logikanya ke dalam bahasa pemrograman
  • Memikirkan solusi yang mungkin untuk menprediksi masalah, mengevaluasi pilihan lain
  • Mengkombinasikan semua elemen dari rancangan program dan mengujinya
  • Bereaksi terhadap masalah dan memperbaiki program seseuai kebutuhan
  • Memasang program dan mengadakan pengujian akhir
  • Mengevaluasi keefektifan program
  • Meningkatkan efisiensi operasi program dan menyesuaikan kebutuhan baru seperlunya
  • Mengkonsultasikan manual, laporan periodik dan teknis untuk mempelajari cara baru untuk men-develop program dan memelihara yang sudah ada
Untuk mewujudkan menjadi Application Developer diperlukan :
  • Kemampuan teknis yang kuat dalam pemrograman, perancangan, metodologi system development dan pengujian, khususnya pada industri game
  • Kemampuan komunikasi yang baik
  • Kemampuan dalam manajemen proyek
  • Kemampuan problem-solving
  • Perhatian pada detail
  • Keuletan dan kesabaran
  • Kemampuan teamwork
  • Pemahaman proses bisnis dan batasannya
  • Kreativitas yang tinggi untuk mengembangkan aplikasi
Sumber : http://www.rey1024.com/2011/05/jenis-jenis-pekerjaan-bidang-it/

Rabu, 28 Maret 2012

Etika Profesi IT

Etika Profesi IT adalah norma-norma atau aturan manusia dalam menjalankan profesi atau pekerjaannya (dalam hal ini bidang IT) dan selalu mempertimbangkan segala tindakannya dalam melakukan pekerjaannya tersebut. Serta bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukannya. Sebagai seorang profesional kita kita dituntut untuk melakukan pekerjaan mengikuti aturan dan norma-norma agar kita dapat selalu bertanggung jawab atas apapun pekerjaan yang kita lakukan. Hal ini tidak hanya dalam bidang IT, dalam segala bidang sangat diperlukan kode etik pekerjaan dalam bidang masing-masing.

Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia juga harus dapat menjamin keamanan sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya seperti Hacker dll.


Berikut ini adalah sedikit contoh kode etik seorang Profesi IT antara lain :
  • Bertanggung jawab dalam hal pengambilan keputusan dan segera menyatakan secara terbuka faktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan
  • Sebisa mungkin menghindari terjadinya konflik kepentingan dan meluruskan mereka yang telah terpengaruh oleh konflik tersebut
  • Jujur ​​dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan sesuai dengan data yang tersedia
  • Menolak suap atau segala macam hal yang dapat merugikan orang lain
  • Meningkatkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan kemungkinan konsekuensinya
  • Tidak membeberkan kelemahan-kelemahan dari teknologi yang sudah ada secara detail 
  • Tidak melakukan akses atau upaya mengakses berkas elektronik, disk, atau perangkat jaringan selain milik orang lain tanpa adanya izin yang sah.
  • Tidak membuat ataupun menyebarkan program berbahaya yang dapat merusak sistem orang lain. Contohnya seperti Malware.

Pada intinya dari semua penjelasan diatas kita harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah kita lakukan dalam pekerjaan kita dan kita harus berusaha untuk tidak merugikan orang lain untuk mencapai tujuan kita sendiri.


Sumber : http://yogapw.wordpress.com/2009/10/29/c-etika-profesi-dalam-dunia-teknologi-informasi/

Jumat, 16 Maret 2012

Etika dan Profesionalisme TSI

Aliran Eudaemonisme


Dalam buku Aristoteles yang berjudul “Nicomachean Ethics,” mencetuskan apa yang disebut sebagai etika “eudaemonisme” rasional (dari Yunani “eudaemon” yang berarti bahagia). Dalam pembukaan buku tersebut, Aristoteles mengatakan bahwa segala aktivitas hidup manusia terarah kepada kebaikan. Kebaikan yang dikejar itulah yang disebut kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan cetusan yang paling sempurna, ideal dan rasional dari aktivitas tindakan manusia. Namun, apa yang disebut sebagai kebahagiaan menurut Aristoteles, bukanlah sesuatu yang sudah selesai, rampung dan tuntas. Kebahagiaan harus disamakan dengan aktivitas, yaitu aktivitas mencari kebahagiaan. Dengan demikian, etika “eudaemonisme” Aristoteles adalah etika yang berhubungan dengan rasionalitas manusia. Kebahagiaan menurut Aristoteles tidak terletak pada pengertian menikmati hasil atau prestasi, tetapi pada karakter kontemplasi rasional sebagai suatu aktivitas manusia untuk mengalami pencerahan.

Aliran Positivisme

Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan. Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

Legal-positivisme memandang perlu untuk memisahkan secara tegas antara hukum dan moral. Hukum. bercirikan rasionalistik, teknosentrik, dan universal. Dalam kaca mata positivisme tidak ada hukum kecuali perintah penguasa, bahkan aliran positivis legalisme menganggap bahwa hukum identik dengan undang-undang. Hukum dipahami dalam perspektif yang rasional dan logik. Keadilan hukum bersifat formal dan prosedural. Dalam positivisme, dimensi spiritual dengan segala perspektifnya seperti agama, etika dan moralistas diletakkan sebagai bagian yang terpisah dari satu kesatuan pembangunan peradaban modern. Hukum modern dalam perkembangannya telah kehilangan unsur yang esensial, yakni nilai-nilai spiritual.

Aliran Naturalisme

Naturalisme mempunyai pandangan bahwa setiap anak yang lahir di dunia mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan tersebut akanmenjadi rusak karena pengaruh lingkungan, sehingga aliran Naturalisme sering disebut Negativisme.  
Pendekatan untuk mendidik anak bukanlah dengan mengajar anak secara formal atau melalui pengajaran langsung, akan tetapidengan memberi kesempatan kepada mereka belajar melalui proses eksplorasi dan diskoveri. “Anak harus diberi kesempatan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman positif, diberi kebebasan dan mengikuti minat-minat spontannya. (Krogh, 1994:15).
Naturalisme memiliki tiga prinsip tentang proses pembelajaran (M. Arifin danAminuddin R., 1992: 9), yaitu: 
  1. Anak didik belajar melalui pengalamannya sendiri. Kemudian terjadi interaksi antara pengalaman dengan kemampuan pertumbuhan dan perkembangan di dalam dirinyasecara alami. 
  2. Pendidik hanya menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Pendidik  berperan sebagai fasilitator atau narasumber yang menyediakan lingkungan yang mampumendorong keberanian anak didik ke arah pandangan yang positif dan tanggap terhadapkebutuhan untuk memperoleh bimbingan dan sugesti dari pendidik. Tanggung jawab belajar terletak pada diri anak didik sendiri. 
  3. Program pendidikan di sekolah harus disesuaikan dengan minat dan bakat denganmenyediakan lingkungan belajar yang berorientasi kepada pola belajar anak didik. Anak didik secara bebas diberi kesempatan untuk menciptakan lingkungan belajarnya sendirisesuai dengan minat dan perhatiannya. 
Dengan demikian, aliran Naturalisme menitikberatkan pada strategi pembelajaran yang bersifat paedosentris; artinya, faktor kemampuan individu anak didik menjadi pusat kegiatan proses belajar-mengajar.



Aliran Idealisme

Idealisme, sebagai filsafat hidup, memulai tinjauannya mengenai pribadi individu dengan menitikberatkan pada aku. Menurut idealisme, pada tarap permulaan seseorang belajar memahami akunya sendiri, kemudian ke luar untuk memahami dunia objektif. Darimikrokosmos menuju ke makrokosmos. Menurut Immanuel Kant, segala pengetahuanyang dicapai manusia melalui indera memerlukan unsure apriori, yang tidak didahuluioleh pengalaman lebih dahulu. Bila orang berhadapan dengan benda-benda, bukan berartisemua itu sudah mempunayi bentuk, ruang, dan ikatan waktu. Bentuk, ruang , dan waktusudah ada pada budi manusia sebelum ada pengalaman atu pengamatan. Jadi, aprioriyang terarah bukanlah budi pada benda, tetapi benda-benda itu yang terarah pada budi.Budi membentuk dan mengatur dalam ruang dan waktu.

Pendidikan menurut idealisme diartikan sebagai upaya terencana untuk mewujudkan manusia ideal yaitu manusia yang dapat mencapai keselarasan individual yang terpadu dalam keselarasan alam semesta. Upaya pendidikan harus ditujukan pada pembentukan karakter, watak, menusia yang berbudi luhur, pengembangan bakat insani dan kebajikan sosial. Menurut idealisme, nilai akan menjadi kenyataan (ada) atau disadari oleh setiap orang apabila orang yang bersangkutan berusaha untuk mengetahui atau menyesuaikan diri dengan sesuatu yang menunjukkan nilai kepadanya dan orang itu mempunyai pengalaman emosional yang berupa pemahaman dan perasaan senang tak senang mengenai nilai tersebut. 


Sumber : 
  1.  http://leqoen.blogspot.com/2011/02/paham-eudaemonisme.html
  2. http://initialdastroboy.wordpress.com/2011/03/30/aliran-positivisme-dalam-teori-sejarah/
  3. http://www.scribd.com/doc/45080023/7/Aliran-Idealisme
  4. http://www.scribd.com/rumrosyid/d/45080023/5-Aliran-Naturalisme
 

Rabu, 12 Oktober 2011

Cloud Computing

Cloud computing merupakan sebuah paradigma baru pada dunia IT dalam pemberian layanan komputasi (IT Services) dengan konsep Layanan/ service yang diberikan pay-as-you-go melalui media Internet. Istilah cloud mengacu pada ilustrasi Internet pada kebanyakan buku teks book bidang IT yang menggambarkan remote environment dan penyembunyian kompleksitas. Tujuan dari penyembunyian kekompleksan adalah untuk memudahkan pemberian layanan terhadap jaringan resource komputer yang dapat dipesan, dilepas dan dikonfigurasi dengan mudah dan cepat serta untuk meminimumkan intervensi pengelola ISP.

Cloud Computing adalah suatu model penyediaan sumber daya komputasi atau teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) yang memungkinkan pelanggan dapat "menyewa dan menggunakan” sumber daya sesuai kebutuhannya (on-demand) berbasis internet (NIST). Cloud computing adalah generasi termaju dari internet computing, yang menyediakan tenaga komputasi hingga infrastruktur komputasi, aplikasi-aplikasi, proses bisnis, hingga kolaborasi yang muncul sebagai layanan yang dapat diakses pada saaat dibutuhkan kapanpun dan dimanapun.

Keuntungan Cloud Computing
  • Cloud computing menghapus silo-silo dalam ‘data center’ tradisional
  • Arsitektur awan memiliki skalabilitas, fleksibilitas, dan transparansi yang memungkinkan layanan TI baru dapat disediakan dengan cepat dan biaya efektif dengan menggunakan service level agreements (SLA) yang mencakup IT requirement dan policy, memenuhi permintaan high utilization, dinamis, merespon perubahan, dan memenuhi tingkat keamanan dan kinerja yang tinggi
  • Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya
  • Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan yang cepat
  • Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena system pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah
  • Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping
  • Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun.
 
Dampak Cloud Computing
  • Cloud computing memiliki potensi membalikkan paradigma industry software, yang tadinya suatu aplikasi harus dibeli dan dijalankan di dekstop, sementara pada cloud aplikasi dan lisensi berjalan melalui jaringan.
  • Dengan adanya perubahan ini akan memungkinkan data center dan administrator-administrator yang berada di pusat jaringan distribusi, processing power, elektrikal, bahdwidth dan storage dapat dikelola secara remote.
  • Hal ini tidak hanya berdampak kepada model bisnis, tetapi juga berkaitan dengan arsitektur utama bagaimana suatu aplikasi dikembangkan, di bangun dan dijalankan.
Cloud computing terdiri dari beberapa layer atau lapisan, layer-layer itu antara lain:
  1. Client, yaitu komputer fisik (software dan hardware) yang bergantung pada service dari cloud computing. Apabila tidak terkoneksi internet, maka client tidak dapat berbuat apa-apa.
  2. Application, software service atau Software as Service (SaaS) yang mengirimkan atau menyedikan software via internet.
  3. Platform, platform service atau Platform as Services (PaaS) yang menyediakan cloud infrastruktur atau infrastruktur maya yang mendukung cloud application.
  4. Infrastructure, infrastructure service atau Infrastructure as Services (IaaS) merupakan virtualisasi dari platform service. disinilah user tidak perlu membeli hardware, melainkan menggunakan layer ini pada cloud computing.
  5. Server, komputer fisik yang menjalankan segala kebutuhan client.

Karakteristik Utama Cloud Computing

On Demand Self Service
Pengguna dapat memesan dan mengelola layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan menggunakan, sebuah portal web dan manajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumberdaya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia.

Broad Network Service
Layanan yang tersedia terhubung melalui jaringan pita lebar, terutama untuk dapat diakses secara memadai melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client ataupun media lain seperti smartphone

Resources Pooling
Penyedia layanan cloud, memberikan layanan melalui sumberdaya yang dikelompokkan di satu atau berbagai lokasi date center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme multi-tenant ini memungkinkan sejumlah sumberdaya komputasi tersebut digunakan secara bersama-sama oleh sejumlah user, dimana sumberdaya tersebut baik yang berbentuk fisik maupun virtual, dapat dialokasikan secara dinamis untuk kebutuhan pengguna/pelanggan sesuai permintaan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumberdaya komputasinya dipenuhi oleh penyedia layanan. Yang penting, setiap permintaan dapat dipenuhi. Sumberdaya komputasi ini meliputi media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.

Rapid elasticity
Kapasitas komputasi yang disediakan dapat secara elastis dan cepat disediakan, baik itu dalam bentuk penambahan ataupun pengurangan kapasitas yang diperlukan. Untuk pelanggan sendiri, dengan kemampuan ini seolah-olah kapasitas yang tersedia tak terbatas besarnya, dan dapat dibeli" kapan saja dengan jumlah berapa saja.

Measured services
Sumberdaya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang dapat mengukur penggunaan dari setiap sumberdaya komputasi yang digunakan (penyimpanan, memory, processor, lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumberdaya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan.

Empat Deployment Model:

  1. Public Cloud
    Ini adalah cloud sesungguhnya, dimana vendor menyediakan jasanya secara umum dan perusahaan memakai bersama dengan perusahaan lain. Pemakai cloud tidak akan tahu siapa saja yang berbagi resource dengan mereka.
  2. Community Cloud
    Pemakai-pemakai cloud masih dalam satu group, dapat disediakan oleh pihak ketiga atau orang dalam. Umumnya metode ini dipakai jika seluruh pihak dalam satu group tersebut menginginkan control yang lebih tinggi, terutama berhubungan dengan compliance & security. Pemakai cloud menyadari siapa saja yang menggunakan cloud karena masih dalam satu group.
     
  3. Private Cloud
    Model ini banyak diperdebatkan karena pada dasarnya perusahaan masih harus melakukan maintain sendiri pada infrastrukturnya, sehingga benefit cloud menjadi berkurang. Pada private cloud, resource di-pool dan dibagi-bagikan sesuai kebutuhan.
     
  4. Hybrid Cloud
    Model ini menggabungkan public cloud dengan private atau model tradisional. Disini perusahaan berupaya untuk memanfaatkan keuntungan cloud tetapi tetap menyimpan data yang sangat penting dalam server internal mereka (pertimbangan keamanan dan compliance)

Sumber 1, 2, 3, 4, 5