Jumat, 04 Juni 2010

Mouse Laser

Mouse laser mungkin anda jarang sekali mendengar kata mouse laser. Maka dari itu saya akan menjelaskan tentang mouse laser dan juga cara kerja dari mouse itu sendiri.
Mouse laser sebetulnya termasuk mouse optik. Tapi, mouse optik biasa menggunakan LED (Light Emitting Diode) berwarna merah. Pertama kali mouse ini diperkenalkan oleh Logitech yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memilki tingkat akurasi 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Dasar kerja mouse optikal dan mouse laser hampir sama, perbedaannya hanya penggunaan laser kecil sebagai pengganti LED digunakan oleh mouse optikal. Saat ini mouse laser belum banyak digunakan, mungkin karena harganya yang masih mahal.
Cara kerja dari mouse itu sendiri yaitu dengan cara menggunakan pancaran sinar laser yang tak kasat mata-ada sih yang sedikit terlihat. Sinar laser yang dipancarkan bergerak mengikuti tangan pengguna. Sinar laser itu menghidupkan sistem sensor optik seperti pada mouse optik biasa. Ribuan gambar diambil dalam waktu satu detik untuk mengetahui pergerakan mouse. Koordinat yang dikirim mouse kemudian digunakan komputer untuk memosisikan pointer. Mouse laser punya keunggulan yang sama ketimbang mouse yang pakai bola. Kalau dibandingkan dengna mouse optik biasa, mouse laser punya keuntungan. Mouse laser bisa digunakan hampir di mana saja, termasuk di tempat di mana mouse optik sulit sekali dipakai, misalnya pada paha yang terbungkus celana jins. Mouse laser cocok sekali untuk dibawa bepergian bersama laptop karena orang tidak perlu membawa mouse pad, bisa dipakai dengan alas apapun dan (kalau nirkabel) tidak ribet dengan kabel.

Mouse Bola

Pada blog sebelumnya saya telah menjelaskan tentang mouse optical. Sekarang saya akan coba menjelaskan tentang perkembangan mouse sebelum mouse optical yaitu mouse bola.
Mouse bola merupakan perkembangan dari mouse dua buah roda. Mouse bola ini dikembangkan pada awal tahun 1970 oleh Bill English di Xerox PARC. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe Trackball, yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang populer antara tahun 1980 sampai 1990. Xerox PARC juga mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutuhkan saja. Mouse saat ini mengikuti desain École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) yang diinspirasikan oleh Professor Jean-Daniel Nicoud. Buatan mouse buatan Engelbard,mouse bola dengan 4 roller oleh Rider, dan mouse bola dengan 2 roller dan sebuah pegas oleh Opocentsky seperti pada mouse bola saat ini.
Cara kerja mouse itu sendiri adalah dengan cara mendeteksi gerakan tangan kita,untuk diubah menjadi sinyal yang dapat dikenali prosesor.untuk itu diperlukan 5 macam komponen,yaitu :
Sebuah bola yang terletak didasar mouse.Bola tersebut akan bergerak pada saat kita menggeserkan mouse. Dua buah roller yang akan berputar pada saat bola mouse bergerak.Roller pertama akan mengukur arah gerakan ke sumbu X,dan akan mendeteksi arah gerakan sumbu Y. Roller ini terhubung kesebuah piringan yang berlubang-lubang.Piringan akan berputar pada saat roller berputar.Ada sepasang piringan untuk masing-masing roller,sehinnga gerakan melingkar juga dapat dideteksi oleh mouse. Dengan adanya piringan berlubang tersebut maka cahaya LED akan ditangkap secara terputus-putus oleh sensor inframerah yang ada didalam mouse.Pulsa nyala-putus LED yang dipantau oleh sensor inframerah tersebutlah yang menandakan kecepatan geser mouse serta jarak penggeseran mouse.
Terdapat sebuah keping chip prosesor yang dapat mengubah pulsa LED menjadi data biner yang dikenali oleh komputer. Mouse jenis ini memerlukan pembersihan secara teratur ,karena kotoran yang masuk kedalam mouse dapat menggangu gerak bola mouse.

Kamis, 03 Juni 2010

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MOUSE

Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, banyak bermunculan teknologi input atau output yang semakin hebat. Contohnya saja mouse, sekarang perkembangan mouse sudah semakin pesat dan semakin baik. Mulai dari mouse Optomekanik(bola), lalu mouse Optikal, kemudian ada juga mouse Laser sampai dengan mouse Wireless yang sedang marak dibicarakan. Teknologi mouse wireless ini terkesan sangat modern dan sangat canggih, karena mouse wireless ini member kemudahan kita untuk mengontrol mouse tanpa harus berada di dekat perangkat PC ataupun Notebook. Akan tetapi saya tidak terlalu ingin membicarakan teknologi mouse Wireless ini, karena saya kurang begitu mengetahui secara lengkap mouse Wireless ini, jadi yang saya ingin jelaskan adalah mouse optikal.
Saya hanya ingin menjelaskan sedikit tentan mouse Optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena lebih akurat dan perawatannya lebih mudah dibandingkan mouse bola. Mouse optikal tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya. Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal pertama hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru–abu-abu. Mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir di semua permukaan padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya. Mouse optikal saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame gambar selama mouse bergerak. Perubahan dari frame-frame gambar tersebut diterjemahkan oleh chip khusus menjadi posisi X dan Y yang kemudian dikirim ke komputer.
Kemudian saya akan menjelaskan cara kerja dari mouse Optikal ini. Mouse optik menggunakan sebuah led merah sebagai pengganti bola mouse. Cahaya LED ini akan dipantulakan oleh permukaan meja/alas ke sensor CMOS (Complimentary Metal-Oxide Semi konductor). Sensor ini kemudian mengirimkan gambaran permukaan ke Digital Signal Processor (DSP). DSP akan menganalisis gambaran tadi dan menentukan jarak penggeseran mouse yang kemudian dikirimkan ke komputer. Berdasarkan data tersebut,komputer akan menggeser posisi kursor mouse pada layar. Jika kini ada jenis mouse optik yang dapat dijalankan pada permukaan alas apa saja. Dahulu mouse optik harus dijalankan pada sebuah mouse pad khusus yang memiliki pola garis kotak ini yang akan memutus pantulan cahaya LED. Berdasarkan pola nyala-putus LED tersebut,komputer akan mengetahui jarak penggeseran mouse. Namun, mouse jenis ini lebih susah dipakai dan tak dapat dipakai tanpa mousepad khusus. Optic yang disebut mouse optical adalah mouse yang menggunakan sensor cahaya serta lampu LED merah di bawahnya sebagai pencahaya. Sensor pada mouse optical mampu menangkap gambar dengan kecepatan 1500 frame per detik sampai 7000 frame per detik. Dengan kecepatan mencapai 45 inci per detik dengan resolusi 2000 count per inci (cpi). Berbeda dengan mouse trackball yang sulit jalan ditempat yang terlalu licin. Oleh sebab itu, mouse ini membutuhkan sebuah landasannya sendiri yang dinamakan mouse pad. Berbeda dengan mouse optical yang cenderung lebih baik bekerja dipermukaan yang mulus dan dengan warna yang cenderung gelap. Mouse optical sulit dijalankan pada permukaan yang putih polos. Berbeda dengan mouse mekanik yang sulit jalan di tempat yang terlalu licin, mouse optical dapat digunakan hampir pada seluruh jenis permukaan. Asalkan permukaan tersebut tidak transparan atau terlalu glossy. Mouse optic juga membutuhkan arus yang lebih besar ketimbang mouse bola atau mekanis biasa. Lima kali lebih besar arus yang dibutuhkan untuk menggerakan mouse ini(25 mA). Ini artinya bila Anda menggunakan mouse wireless optical Anda akan lima kali lebih sering mengganti baterai ketimbang menggunakan mouse mekanik yang menggunakan bola.

Kamis, 29 April 2010

Peralatan Inputan yang ada pada Komputer

1. Keyboard
Keyboard merupakan perangkat inputan yang tombol-tombolnya berisi angka-angka dan huruf-huruf yang mirip dengan tombol-tombol yang ada pada Mesin Ketik. Akan tetapi ada beberapa tombol- tombol tambahan dengan berbagai macam fungsi yang berbeda.
2. Mouse
Mouse merupakan peralatan inputan yang berfungsi untuk menggerakkan pinter yang ada pada layar monitor untuk menjalankan suatu program atau icon-icon perintah yang ada pada layar monitor dengan cara melakukan klik kiri, klik kanan, double klik, drag and drop, ataupun scroll lock.
3. Floppy Disk Drive
Floppy Disk Drive merupakan peralatan inputan yang berfungsi untuk membaca data ataupun program yang ada pada media penyimpanan disket. Akan tetapi sekarang Floppy Disk Drive pada generasi sekarang sudah sangat jarang digunakan, karena pada generasi sekarang kebanyakan orang lebih memilih menggunakan FlashDisk yang memilki keunggulan dibandingkan disket dalam hal kapasitas penyimpanannya.
4. CD Room
CD Room merupakan peralatan inputan yang berfungsi untuk membaca data ataupun program yang ada pada media penyimpanan CD (Compact Disk).
5. DVD Room
DVD Room merupakan peralatan inputan yang berfungsi untuk membaca data ataupun program yang ada pada media penyimpanan CD ataupun DVD.

Perkembangan Telekomunikasi

Perkembangan di dunia telekomunikasi sekarang sudah semakin pesat. Dimulai pada tahun 1979, tekonologi telekomunikasi sudah mulai menggunakan teknologi wireless. Kemudian dilanjutkan dengan perkembangan teknologi yang bisa mengakomodasi teks atau biasa disebut SMS (Short Message Service) atau bisa disebut juga pesan singkat. Setelah telekomunikasi berhasil mengembangkan teknologi telekomunikasi yang bisa mengakomodasikan teks, teknologi telekomunikasi mulai berusaha mengakomodasikan grafik atau bisa disebut dengan MMS (Multimedia Message Service) akan tetapi ini hanya teknologi sementara. Pada tahun 2001 teknologi telekomunikasi mulai memasuki generasi 3G. Perkembangan teknologi ini memungkinkan kita untuk melakukan koneksi internet berkecapatan tinggi, serta dapat juga melakukan Video Conferensi dan juga Video Streaming. Tidak lama setelah memasuki generasi 3G, pada tahun 2006 perkembangan telekomunikasi memasuki generasi 4G yang menyediakan teknologi multimedia yang lebih cepat dengan menggabungkan teknologi komunikasi suara(voice), akses internet(data), dan layanan video atau televisi melalui satu saluran. Terhitung dari tahun 1979 sampai dengan sekarang, membuktikan bahwa kemajuan teknologi telekomunikasi berkembang dengan sangat pesat. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan teknologi telekomunikasi akan lebih berkembang lagi dan lebih maju lagi dengan sangat pesat.

Kamis, 22 April 2010

Telekomunikasi

Telekomunikasi dibagi dari 2 kata yaitu ‘Tele’ dan ‘Komunikasi’. Tele memiliki arti jauh. Dapat diartikan telekomunikasi adalah komunikasi jarak jauh. Dalam kaitannya dengan 'telekomunikasi' bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam:
• Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex) pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Pager, televisi, dan radio. Pada saat kita menonton televisi kita hanya bisa menjadi penerima informasi dan kita tidak dapat menyampaikan informasi kepada seseorang yang menyampaikan informasi melalui media televisi tersebut.
• Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex) pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh : Telepon dan VOIP. Pada saat kita menelepon seseorang maka kita akan bisa berbicara (menyampaikan informasi) dan lawan bicara kita pun tidak hanya bisa menjadi pendengar (menerima informasi) tetapi lawan bicara kita pun bisa berbicara (menyampaikan informasi) kepada kita, begitu juga sebaliknya
• Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex)pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh :Handy Talkie, FAX, dan Chat Room. Pada saat kita menggunakan Handy Talkie kita akan berbicara secara bergantian dengan lawan bicara kita. Biasanya kita gunakan perkataan “ganti” untuk mengakhiri pembicaraan kita dan lawan bicara kita akan memulai pembicaraan yang akan disampaikan.

Minggu, 18 April 2010

Tipe Jaringan

1. Peer To Peer

• No centralized control.
Maksudnya adalah dalam melakukan pengaturan tidak terpusat pada satu computer. Jadi semua bisa melakukan pengaturan pada masing-masing computer yang terhubung oleh jaringan tersebut.
• Keduanya bertindak sebagai client & server.
Karena dalam melakukan pengaturan bisa dilakukan oleh kedua computer maka keduanya bertindak sebagai client & server.
• Institutionalized chaos & security concerns.
Jika computer mengalami masalah pada jaringan maka computer yang lain pun akan mengalami masalah. Begitu juga dalam masalah keamanan dari virus, karena komputer-komputer tersebut terhubung, maka apabila salah satu computer terkena virus, maka computer yang lain pun akan terancam terkena virus juga.
• Penambahan mesin akan melemahkan kerja jaringan.
Semakin banyak computer yang terhubung, maka akan semakin lemah juga kerja dari mesin tersebut.

2. Client-Server (Server Based)

• Server merupakan kunci utama.
Karena Client juga biasa disebut front-end meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ke tujuan yang tepat.
• Akses kontrol bersifat Centralized.
Akses control terpusat, yaitu pada Server.
• Menggunakan processor yang cepat dan membutuhkan memory yang besar.
Karena sifatnya yang centralized, tipe jaringan ini harus menggunakan processor yang cepat dan memory yang besat agar permintaan dari banyak client dapat terpenuhi dengan cepat.


3. Hybrid

• Kombinasi dari jaringan Peer to Peer dan Server.
• Pengguna dapat membagi “resource” yang dimiliki kepengguna lain seperti pada jaringan server-based.