Senin, 22 November 2010

EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan )

Sejak tahun 1972 Ejaan Yang Disempurnakan mulai diberlakukan di Indonesia sebagai ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tepatnya pada tanggal 23 Mei 1972 Menteri Pelajaran Malaysia yang menjabat pada waktu itu, Tun Hussien Onn dan juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang juga menjabat pada waktu itu, Mashuri menandatangani persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan.Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah”.

Berikut ini ada sedikit contoh perbedaan antar ejaan sebelumnya dengan Ejaan Yang Disempurnakan yaitu :
1. OE menjadi U
    Contoh : doeloe = dulu
2. TJ menjadi C
    Contoh : tjara = cara
3. DJ menjadi J
    Contoh : djauh = jauh
4. J menjadi Y
    Contoh : jang = yang
5. NJ menjadi NY
    Contoh : njamuk = nyamuk
6. SJ menjadi SY
    Contoh : sjarat = syarat
7. CH menjadi KH
    Contoh : achir = akhir

Selain perubahan dalam penulisan, Ejaan Yang Disempurnakan juga mementingkan penggunaan tanda baca dan juga cara penulisan tanda baca tersebut agar terbentuk suatu kalimat yang baik dan benar.

Jumat, 19 November 2010

Gejala-gejala Bahasa

Bahasa dan masyarakat akan selalu menjadi pasangan yang mengisi satu sama lain, karena adanya interaksi sosial yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, sebenarnya masih ada alat lain untuk berkomunikasi akan tetapi bahasa mungkin yang terbaik dalam berkomunikasi. Namun pada zaman sekarang ini muncul gejala-gejala bahasa yang mungkin tidak sesuai dengan bahasa yang kita gunakan yaitu Bahasa Indonesia.
Contohnya saja fenomena alay, alay berasal dari kata anak layangan. Maksudnya adalah kampungan, karena pada zaman sekarang ini bermain layang-layang itu dianggap kampungan. Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya.
Berikut ada beberapa gejala-gejala bahasa yang tercipta seiring dengan perkembangan zaman :

1. Alay
Seperti yang tadi sudah saya jelaskan alay adalah singkatan dari anak layangan, yaitu orang-orang kampung bergaya berlebihan atau bisa disebut norak.

2. Lebay
Lebay merupakan kata-kata yang dianggap berlebihan atau bisa disebut hiperbol. Kata ini populer pada sekitar tahun 2006. Kata ini dipopulerkan oleh salah satu presenter TV ternama yaitu Ruben Onsu disalah satu acara TV yang dibawakannya dan biasanya digunakan untuk mencela orang lain.

3. Jayus
Istilah ini populer pada sekitar tahun 1990-an dan masih sering digunakan sampai sekarang. Arti kata jayus itu sendiri adalah lawakan yang dianggap tidak lucu. Konon sejarah kata jayus ini berasal dari seorang anak di daerah Kemang yang sering dipanggil Jayus oleh teman-temannya. Jayus itu sendiri sebenarnya bukan nama asli dari orang tersebut akan tetapi nama Jayus adalah nama ayahnya. Nama asli anak itu adalah Herman, namun dia dipanggil Jayus karena dia sering sekali melawak akan tetapi lawakannya kerap kali tidak lucu.

4. Garing
Garing ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti tidak lucu. Sebenarnya arti kata ini hampir sama dengan kata ‘jayus’. Hanya berbeda dari asal-usulnya saja.

5. Meneketehe
Meneketehe sebenarnya berasal dari kata ‘mana kutahu’ yang diplesetkan oleh salah Tora Sudiro di acara Extravaganza pada sekitar tahun 2000-an. Namun kata ini masih populer dan masih sering digunakan oleh anak-anak muda zaman sekarang.

6. LOL
LOL merupakan singktan dalam bahasa inggris yaitu Laugh Out Loud yang mempunyai arti tertawa terbahak-bahak. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia maya pada zaman sekarang ini. Kata ini sering digunakan pada chat room, forum-forum di dunia maya, dan juga dalam situs pertemanan yang sangat populer yaitu Facebook,Twitter dan lain-lain.

7. Jutek
Jutek adalah suatu sebutan untuk menggambarkan seseorang yang sombong, jarang tersenyum, galak, dan juga orang menyebalkan. Kata ini populer pada sekitar tahun 2000-an.

8. BT,BTW, dan OTW
BT merupakan singkatan dari Boring Total. Kata ini populer pada sekitar tahun 2000-an oleh para mahasiswa yang merasa bosan dengan perkuliahannya. BTW merupakan singkatan dari By The Way yang memiliki arti ‘omong-omong’. Dan yang terakhir adalah OTW, OTW merupakan singkatan dari On The Way yang memiliki arti ‘dalam perjalanan’.

Sebenarnya masih sangat banyak gejala-gejala bahasa yang tercipta akibat perkembangan zaman. Dan bukan hal yang tidak mungkin bahwa dalam beberapa tahun kedepan pasti akan bermunculan banyak kata-kata baru.

Kamis, 18 November 2010

Macam-macam Alinea

Setelah pada blog sebelumnya saya menjelaskan tentang Penjelasan Alinea, sekarang saya akan menjelaskan tentang macam-macam dari alinea tersebut.

Macam-macam alinea itu ada tiga yaitu :

1. Alinea Pembuka
Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan.

2. Alinea Isi
Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.

3. Alinea Penutup
Alinea penutup merupakan alinea-alinea yang mengakhiri atau menutup suatu wacana atau karangan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karanan sebelumnya. Selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup yang baik ialah yang tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Akan tetapi, alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.

Untuk menciptakan sebuah wacana atau karangan yang baik diperlukan ketiga aspek tersebut agar para pembaca dapat membaca dan mengerti arti dari wacana atau karangan yang kita buat. Selain itu kita harus membaca terlebih dahulu wacana atau karangan yang kita buat agar kita tahu dimana letak kesalahan kita supaya kita dapat memperbaiki tau merevisi karangan kita sebelum dibaca oleh banyak orang.

Rabu, 17 November 2010

Penjelasan Alinea

Alinea atau sering disebut juga paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru.Pada umumnya alinea terdiri dari lebih dari satu kalimat atau dapat dikatakan terdiri dari beberapa kalimat. Dari segi fungsi dan kandungannya, kalimat dalam alinea dapat dipilah-pilah menjadi beberapa bagian yaitu :

1. Kalimat Topik
 Kalimat topik merupakan bagian yang terpenting dalam sebuah alinea/paragraf karena kalimat topik mengungkapkan gagasan pokok dalam kalimat yang bersangkutan. Kalimat topik hendaknya merupakan kalimat efektif yang menarik, merupakan susunan yang runtut dan logis dan juga merupakan rumusan yang tidak terlalu umum namun juga tidak terlalu spesifik.
2. Kalimat Pengembangan
Kalimat pengembangan merupakan kalimat-kalimat yang menguraikan hal-hal yang terkandung dalam kalimat topik. Kalimat-kalimat pengembangan itu hendaknya berpusat pada kalimat topik agar terciptanya suatu gagasan dan juga agar tidak terjadinya kalimat-kalimat pengembangan yang menyeleweng dari kalimat topik. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan perumusan butir-butir pengembangan secara ringkas di bawah kalimat topik sehingga bisa terbentuk alinea/paragraf yang baik.
3. Kalimat Penutup
Setelah pengembangan dari kaliat topik itu sampai pada batas kecukupan, maka sebuah alinea/paragraf itu sebaiknya diakhiri. Kalimat yang mengakhiri alinea itu disebut kalimat penutup. Demi terwujudnya kesatuan gagasan, penyusunan kalimat topik hendaknya berdasarkan kalimat-kalimat pengembangan. Kalimat penutup dalam suatu alinea/paragraf biasanya dapat berupa penekanan kembali, kesimpulan dan rangkuman. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat penutup didasarkan dari kalimat topik dan juga kalimat-kalimat pengembangan. 
4. Kalimat Penghubung
Agar suatu alinea dapat terhubung dengan alinea yang lain maka diperlukan adanya kalimat penghubung. Hubungan antara alinea yang satu dengan alinea yang lain hanya dapat diketahui dari hubungan isi alinea tersebut. Oleh karena itu, kalimat penghubung itu dalam alinea tertentu diperlukan, dan dalam alinea yang lain tidak diperlukan. Maksudnya adalah, tidak dalam setiap alinea terdapat kalimat penghubung.

    Kamis, 04 November 2010

    Gempa Bumi

    Akhir-akhir ini sering sekali terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan lain-lain. Tapi tahukah Anda bagaimana gempa itu bisa terjadi ?

    Gempa bisa terjadi disebabkan oleh pergerakan lempengan bumi yang menyebabkan terjadinya guncangan atau getaran pada permukaan bumi. Gempa ini terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan lempengan bumu itu sudah terlalu besar untuk ditahan. Gempa itu sendiri dibagi menjadi dua tipe yaitu :
    1. Gempa Vulkanik.
      Gempa Vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas magma yang menyebabkan terjadinya letusan gunung merapi dan mengakibatkan terjadinya gempa. Gempa ini dapat dirasakan hanya disekitar gunung merapi tersebut saja.
    2. Gempa Tektonik
      Gempa yang terjadi akibat akitivitas tektonik, yaitu bergesernya lempengan tektonik secara tiba-tiba. Gempa ini menimbulkan banyak sekali kerusakan di bumi karena getaran gempa yang kuat mampu menjalar ke seluruh bagian bumi.
    Selain menyebabkan getaran di bumi, gempa juga bisa mengakibatkan Tsunami. Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba yang biasanya disebabkan oleh gempa ataupun gunung meletus. Gempa dapat menyebabkan Tsunami apabila terjadi gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal di kisaran 0-30 km dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter. 

    Rabu, 03 November 2010

    Pembentukan Kata

    Pembentukan kata terdiri dari kata dasar dan juga suatu imbuhancata afiksasi. Imbuhan itu sendiri terdiri dari 3 bagian, yaitu :

    • Prefiks atau awalan

    Prefiks disebut juga awalan. Prefiks adalah afiks yang ditempatkan di bagian muka suatu kata dasar (Alwi dll, 1998: 31). Istilah ini berasal dari bahasa Latin praefixus yang berarti melekat (fixus, figere) sebelum sesuatu (prae).

    Contohnya adalah ber-, me-, ke-, di- dll.

    • Sufiks atau akhiran

    Sufiks atau akhiran adalah afiks yang digunakan di bagian belakang kata (Alwi dll, 1998:31). Istilah ini juga berasal dari bahasa Latin suffixus yang berarti melekat (fixus, figere).

    Contohnya adalah –an, -kan

    • Infiks atau sisipan

    Infiks atau sisipan adalah afiks yang diselipkan di tengah kata dasar (Alwi dll, 1998:32). Dalam bahasa Latinnya adalah infixus yang berarti melekat (fixus, figere) di dalam (in).


    Selasa, 02 November 2010

    Kata Baku Dalam Bahasa Indonesia

    Kata baku adalah kata-kata standar yang benar pengejaannya menurut bahasa Indonesia. Terkadang secara tidak sadar kita sering menggunakan kata-kata yang salah atau kata-kata yang tidak sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Mungkin Anda merasa tidak penting menggunakan bahasa baku atau kata-kata baku dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kata-kata baku atau bahasa baku sangat penting pada saat kita ingin melakukan Penulisan Ilmiah(PI), skripsi, pembicaraan didepan umum, berbicara dengan orang yang lebih tua(orang tua, guru, atau dosen), menulis laporan, surat-menyurat(resmi), penulisan berita dan lain-lain. Sebagai contoh, pemakai bahasa Indonesia, seperti wartawan kadang-kadang tidak memedulikan kaidah k, p, t, s dalam menuangkan tulisannya di media-media cetak. Banyak ditemukan ketidakseragaman dalam penulisan setiap kata yang dimulai dengan fonem p baik yang bersuku kata dua maupun tiga jika diberi awalan me(N)- atau meng- (beserta variasi imbuhannya) fonem pertamanya ada yang melebur/luluh (sesuai dengan kaidah bahsa Indonesia) ada juga yang tidak melebur. Ketidakseragaman tersebut tampak dalam media cetak: surat kabar, tabloid, dan majalah. Berikut ini ada sedikit contoh kata tidak baku yang diubah menjadi kata baku yang kata dasarnya berawalan k, t, s, p :
    1. mempelihara : memelihara
    2. mensetujui : menyetujui
    3. mempenjarakan : memenjarakan
    4. memperintahkan : memerintahkan
    5. mempukul : memukul
    6. mensapu : menyapu
    7. mensesuaikan : menyesuaikan
    8. mensuap : menyuap
    9. mensampaikan : menyampaikan
    10. mempasarkan : memasarkan
    11. memputuskan : memutuskan
    12. mempastikan : memastikan
    13. mengkuasai : menguasai
    14. mensakiti : menyakiti
    15. mempasang : memasang
    16. mempungut : memungut
    17. mempilih : memilih
    18. mensayangi : menyayangi
    19. mengkatakan : mengatakan
    20. mensatukan : menyatukan
    Dan masih banyak lagi kata-kata tidak baku yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sekian blog yang saya buat. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam blog ini.